KRT. DR. Ir Edy M Lubis Adipuro, SH.MM.MH. Dampingi Sidang Dugaan Penistaan Agama di Medan
KRT. DR. Ir Edy M Lubis Adipuro, SH.MM.MH. Dampingi Sidang Dugaan Penistaan Agama di Medan

KRT. DR. Ir Edy M Lubis Adipuro, SH.MM.MH. Dampingi Sidang Dugaan Penistaan Agama di Medan

Medan, Sidang perdana perkara dugaan penistaan agama digelar oleh Pengadilan Negeri (PN) kisaran dengan terdakwa SP yang juga tercatat sebagai anggota Polri di bagian sat Shabara Polres Asahan. SP diduga telah melakukan penistaan agama melalui media sosial.

SP yang juga didampingi oleh penasehat hukumnya KRT. DR. Ir Edy M Lubis Adipuro, SH.MM.MH. menjalani sidang perdana yang beragendakan pembacaan dakwaan yang digelar pada hari senin (12/11/2018)

Sidang dipimpin oleh Majelis Hakim yang diketuai oleh Elfian SH MH dengan Hakim anggota Rahmat HA Hasibuan SH dan Miduk Sinaga SH. Sebagai Panitia Pengganti Darwis Tarigan SH serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahman Nasution SH.

JPU membacakan dakwaan persoalaan terdakwa SP yang telah melakukan menyebarkan informasi yang menebarkan kebencian dan sara di status sosial media facebook miliknya dalam persidangan tersebut. Postingan tersebut dilihat oleh beberapa saksi yang mengakibatkan saksi-saksi merasa agamanya dihina dan sangat menyakiti umat Islam.

Penasehat hukum terdakwa KRT. DR. Ir Edy M Lubis Adipuro, SH.MM.MH. yang dikonfimasi oleh awak media usai jalanya sidang mengatakan bahwa ada hal yang belum disampaikan dalam dakwaan tersebut dan pihaknya sudah mempelajari terlebih dahulu sebelum membela clientnya. Terdakwa Saperio Pinem yang merupakan kliennya pada sidang perdana ini sudah memeluk agama Islam dan tiga tahun yang lalu sudah berkhitan. Jadi itu pembelaan pemberatan kami yang akan disampaikan untuk diketahui semua,” ujarnya sambil menunjukkan surat pernyataan memeluk agama Islam yang ditandatangani oleh Kepala kantor Urusan Agama Kecamatan Talawi Kabupaten Batubara pada 7 Nopember 2018.

Penasehat hukum SP juga mengatakan menurutnya terdakwa melihat ada postingan di facebook yang ketika ingin menjawab komentar status tersebut, tapi yang dibuat akhirnya malah status. Namun dua jam setelah dia menyadari apa yang dia buat akhirnya dia menyampaikan status permohonan maaf.

“Nah inilah (permohonan maaf) yang tidak disampaikan oleh jaksa penuntut,” kata Edy, sembari mengatakan pihaknya akan menyampaian nota pembelaan pada sidang berikutnya.

Sejumlah ormas Islam termasuk MUI juga ikut hadir mengikuti jalanya persidangan tersebut, sidang mendapat pengawalan ketat dari polres Asahan. Sementara, sidang  berlangsung tidak terlalu lama dan setelah JPU membacakan dakwaan, oleh majelis Hakim sidang ditutup dan akan dilanjutkan 21 November 2018 dengan agenda pembacaan esepsi oleh penasehat hukum terdakwa.

(medanbisnisdaily.com, 2018, Sidang Perdana Penistaan Agama Digelar di PN Kisaran, http://www.medanbisnisdaily.com/news/online/read/2018/11/12/57466/sidang_perdana_penistaan_agama_digelar_di_pn_kisaran/, diakses tanggal 12 November 2018)