Edy M Lubis Adipuro, Tuntut Kinerja Polsek Kebon Jeruk Tangkap Pelaku Kriminal

Edy M Lubis Adipuro, Tuntut Kinerja Polsek Kebon Jeruk Tangkap Pelaku Kriminal

Jakarta, (faktahukum.co.id) – Insiden keributan di Bandara pada (17 /10/18) lalu yang menimbulkan 2 korban tewas dan 3 luka-luka, membuat pengacara dari korban Jaelani, Ir. Edy M.Lubis Adipuro SH,MM,MH, Tiopan SH, Yosafat Arby Sembiring SH. Dominitus Dedek Wardana Sinuhaji SH, Kifni HD, Iman Nuriman Selaku Kuasa Hukum menuntut kinerja keras Polsek Kebon Jeruk mengungkap dan menangkap para pelaku pengeroyokan yang menewasakan 2 orang dan melukai 3 orang.

Tuntutan tersebut disampaikan usai keluar dari Mako Polsek Kebon Jeruk, dalam agenda melaporkan atas nama clienya Jaelani serta membawa berkas kronologi kejadian pada saat keributan.

Edy M.Lubis Adipuro mengungkapkan,”Ini sudah 14 hari kejadian tersebut namun pihak kepolisian masih belum bisa menangkap pelaku dan belum mengetahui koordinat pelarian sekaligus persembunyian pelaku untuk itu kami selaku kuasa hukum mempertanyakan keseriusan kepolisian dalam menangani perkara ini.”ungkapnya.

Edy menambahkan,”Sebagai kuasa hukum kami melihat seperti ada sebuah skenario guna membentrokkan pengamanan lama dengan tim sdr Jaelani yang sengaja di panggil oleh pihak pengelola diskotik Bandara. Bahwa saudara Jaelani diundang secara langsung oleh pihak pihak manager Diskotik Bandara melalui securiti yang bertugas, dengan melakukan panggilan lewat telepon dan whatsapp guna pembahasan penjagaan luar seperti mana yang pernah dibicarakan. Pertemuan dengan manager atau pengurus Diskotik itu yang sengaja atau tidak sengaja dilakukan di tempat terbuka dimana banyak pengunjung dan pada saat itu kelompok pengamanan sebelumnya (kelompok Kupang ) juga berada ditempat tersebut.”ungkapnya Edy M.Lubis sambil menunjukan kronologis dan bukti laporan.

“Dalam hal ini kami Meminta pihak magament dan pengelola Diskotik Bandara agar bertanggung jawab atas kejadian ini dikarenakan klien kami di undang datang sebagai tamu undangan bukan Pengunjung Biasa. Dan pihak diskotik harus bertanggung jawab dalam biaya perawatan, pengobatan dan hal-hal yang dikeluarkan dikarenakan kejadian tersebut. Pihak diskotik juga harus bertanggung jawab atas dua nyawa rekan klien kami yang turut dikroyok pada malam itu, serta tiga orang lain nya terluka parah.”tegasnya.

“Kami juga akan melayangkan surat somasi kepada pihak Management Diskotik Bandara serta melayangkan surat tembusan kepada Dinas Pariwisata guna menutup sementara operasional Diskotik Bandara selama pertanggung jawaban yang diharapkan belum terealisasi. Kami selaku Tim kuasa hukum akan mengawal kasus ini sampai terwujudnya keadilan kepada klien kami dan korban lainnya termasuk menelusuri tentang perizinan yang dimiliki oleh Diskotik Bandara kepada Pihak terkait termasuk Dinas Pariwisata dan Instansi Pemerintah lainnya.” Pungkasnya. (Iwan HT)