Insiden Bandara 2001, Edy M.Lubis Adipuro : Minta Pelakunya Ditangkap

Insiden Bandara 2001, Edy M.Lubis Adipuro : Minta Pelakunya Ditangkap

Beritautama.net JAKARTA – Insiden berdarah di depan Bandara 2001 pada Oktober 2018 lalu, yang mengakibatkan 2 orang tewas dan 3 luka serius itu, menjadi perhatian kuasa hukum korban bernama Jaelani. Antara lain, Edy M.Lubis Adipuro , Tiopan, Yosafat Arby Sembiring, Dominitus Dedek Wardana Sinuhaji, Kifni HD dan Iman Nuriman menuntut kinerja keras Polsek Kebon Jeruk untuk mengungkap dan menangkap para pelakunya.

Tuntutan disampaikan setelah keluar dari Polsek Kebon Jeruk Pokres Jakarta Bara, dengan agenda melaporkan atas nama cliennya Jaelani serta membawa berkas kronologi kejadian pada saat keributan.

“Kami selaku kuasa hukum mempertanyakan keseriusan kepolisian dalam menangani perkara ini.”ungkap Edy M. Lubis, salah satu pengacara korban kepada Beritautama.net, Kamis (01/11).

Ia mengatakan, pasca insiden diskotik Bandara 2001 di Jalan Daan Mogot, Kebon Jeruk Jakarta Barat, sejak kejadian 17 Oktober lalu. Namun, pihak kepolisian belum menangkap para pelakunya.

BacaJuga

Arab Saudi Bertemu Korsel di Final Piala Asia U-19

Dj Bobby Andalkan Lighting Puaskan Pengunjung M – ONE Club

KNPI Kabupaten Bogor Gelar Coffee Night Dengan Caleg Milenial

 

“Kami minta pihak magament dan pengelola Diskotik Bandara 2001agar bertanggung jawab atas kejadian tersebut,”jelasnya.

Kata dia, kliennya di undang datang sebagai tamu undangan bukan pengunjung biasa. Pihak diskotik harus bertanggung jawab atas dua nyawa rekan klien kami yang turut dikroyok pada malam hari itu.

“Kalau permintaan pertanggung jawabannya tidak di realisasikan kami selaku tim kuasa hukum akan mengawal kasus ini sampai terwujudnya keadilan terhadap klien kami dan korban lainnya,”ujarnya.

Selain itu, kata Edy. M Lubis, dia juga akan melayangkan surat somasi kepada pihak management diskotik Bandara 2001 berikut surat yang akan diberikan ke Dinas Pariwisata Provinsi DKI Jakarta supaya menutup sementara operasional Diskotik Bandara.

Dia menduga, bentrok berdarah antar kelompok Banten dan Kupang itu diduga ada sebuah skenario guna membenturkan pengamanan lama dengan tim saudara Jaelani yang sengaja di panggil oleh pihak pengelola diskotik Bandara 2001.

Sebelumnya, ketika korban diundang secara langsung oleh pihak pihak manager diskotik Bandara melalui security yang bertugas, dengan melakukan panggilan lewat telepon dan whatsapp guna pembahasan penjagaan luar seperti mana yang pernah dibicarakan.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk Polres Jakarta Barat AKP Josman Harianjah, bahwa pihaknya sudah memeriksa Jaelani (korban) untuk melangkapi Berita Acara Perkara (BAP).

“Kami sudah periksa Jaelani guna melengkapi BAP, lebih lengkapnya silahkan hubungi penyidik,”katanya saat di hubungi telepon selulernya