Kuasa Hukum Jaelani Desak Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan

Kuasa Hukum Jaelani Desak Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan

RakyatMerdekaNews.com, JAKARTA – Insiden keributan di Diskotik Bandara pada Rabu (17 /10) pekan lalu yang menimbulkan 2 korban tewas dan 3 luka-luka, membuat pengacara dari korban Jaelani, Ir.Edy M.Lubis Adipuro SH,MM,MH. Tiopan SH, Yosafat Arby Sembiring SH. Dominitus Dedek Wardana Sinuhaji SH, Kifni HD, Iman Nuriman selaku kuasa hukum mempertanyakan kinerja Polsek Kebon Jeruk mengungkap dan menangkap para pelaku pengeroyokan.

Tuntutan tersebut disampaikan usai dari Polsek Kebon Jeruk, dalam agenda melaporkan atas nama kliennya Jaelani serta membawa berkas kronologi kejadian pada saat keributan.

Edy M.Lubis Adipuro mengungkapkan, sudah 14 hari masa kejadian tersebut pihak kepolisian masih belum bisa mengungkap dan menangkap para pelakunya. Untuk itu pihaknya selaku kuasa hukum mempertanyakan keseriusan kepolisian dalam menangani kasus tersebut.

“Sebagai kuasa hukum kami melihat seperti ada sebuah skenario guna membentrokkan pengamanan lama dengan tim saudara Jaelani yang sengaja di panggil oleh pihak pengelola diskotik Bandara,” katanya.

Edy mengatakan, bahwasannya Jaelani diundang oleh pihak pihak manager Diskotik Bandara melalui security yang bertugas, dengan melakukan panggilan  melalui telepon dan whatsapp guna pembahasan penjagaan luar seperti mana yang pernah dibicarakan.

“Pertemuan dengan manager atau pengurus Diskotik itu yang sengaja atau tidak sengaja dilakukan di tempat terbuka dimana banyak pengunjung dan pada saat itu kelompok pengamanan sebelumnya (Kelompok Kupang) juga berada ditempat tersebut.”ungkap Edy M.Lubis sambil menunjukan kronologis dan bukti laporan.

Lanjut Edy, dalam hal ini dirinya meminta kepada pihak management maupun pengelola Diskotik Bandara agar bertanggung jawab atas kejadian ini. Dikarenakan kliennya itu di undang datang sebagai tamu undangan bukan sebagai pengunjung biasa.

Dalam hal ini dirinya juga mendesak kepada pihak diskotik.Terutama dalam hal biaya perawatan, pengobatan dan merenggut dua nyawa.

“Kami juga akan melayangkan surat somasi kepada pihak Management Diskotik Bandara dan tembusan kepada Dinas Pariwisata guna menutup sementara operasional Diskotik Bandara. Kalau pertanggung jawabannya belum terealisasi,” tegasnya.

Pihaknya selaku tim kuasa hukum akan terus mengawasi kasus ini sampai terwujudnya keadilan. Termasuk menelusuri tentang perizinan yang dimiliki oleh Diskotik Bandara kepada intansi terkait.

Sementara Kapolsek Kebon Jeruk ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa dirinya sudah bertemu dan bertatap muka dengan tim kuasa hukum korban Jaelani.

“Kami tetap berusaha memburu para pelaku pengeroyokan didepan Diskotek Bandara sampai dapat,” tutupnya.(Eva/Red)