Pengacara  Sebut Pihaknya Memiliki Bukti Clientnya Mengalami Gangguan Kejiwaan

Pengacara Sebut Pihaknya Memiliki Bukti Clientnya Mengalami Gangguan Kejiwaan

Pengacara terdakwa, Tiopan Tarigan dalam keteranganya mengatakan bahwa pihaknya memiliki bukti jika clientnya mengalami gangguan kejiwaan.

"Ada tiga surat keterangan dari rumah sakit jiwa dan penanganan gangguan mental yang menerangkan Separio mengalami sakit gangguan kejiwaan," ujarnya di Pengadilan Negeri Kisaran, Rabu (19/12).

 

Ia menjelaskan, Clienya bahkan dirawat hingga berbulan-bulan. "Separio sempat di rawat di tiga rumah sakit jiwa," ujarnya sambil menunjukkan sejumlah surat keterangan yang menyatakan Separio mengalami gangguan jiwa.

 

Tiga surat keterangan itu adalah surat keterangan opname yang dikeluarkan rumah sakit jiwa (RSJ) Prof. Dr. Muhammad Ildrem, Medan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu). Oleh Dr. Evalina P.Sp.KJ pada 22 September 2016, Separio Sahputra Peranginangin alias Separio Pinem mengalami gangguan mental dan perilaku akibat penyalahgunaan zat.

 

Dia juga pernah dirawat di Yayasan Pondok Trenkely, tempat rehabilitasi penggunaan narkoba dan orang stress. Ditandatangani oleh Pdt. Medahi Karo-Karo, STh, Separio dinyatakan pernah dirawat selama satu bulan dari 6 September-6 Oktober 2015.

Dan yang terakhir pada Oktober 2016. dia dirawat di Yayasan Bukit Doa, Taman Getsemene, Pancur Batu, Medan. Separio dirawat sebagai pasien dalam program Rehabilitasi Sosial Therapeutic. Ditandatangani oleh Pdt. Jhonny Seragih, STh, Separio dinyatakan juga dirawat selama satu bulan.

 

Saat ditanya  kenapa penjelasan soal ini tidak dipaparkan pengacara dalam eksepsi pengacara dalam sidang putusan sela, Tiopan mengatakan, saat itu berkas-berkas menyangkut keterangan gangguan jiwa ini belum diterima pihaknya. "Makanya dalam sidang pledoi nanti ini akan kita sampaikan," ujar Tiopan.

Dikutip dari (Flora L.Y. Barus & Edy Gunawan Hasby, https://www.gatra.com/rubrik/nasional/pemerintahan-daerah/374041-Kasus-Polisi-Penista-Agama-Pengacara-Sebut-Klien-Sakit-Jiwa, 2018, Kasus Polisi Penista Agama, Pengacara Sebut Klien Sakit Jiwa, tanggal 25 Januari 2018)